Kamis, 13 November 2025

Teks Prosedur Cara Merawat Tamaman Sekolah



Teks Prosedur: Cara Merawat Tanaman Sekolah

Tujuan

Menjelaskan langkah-langkah merawat tanaman di lingkungan sekolah agar tetap sehat, hijau, dan terawat.


Alat dan Bahan

  • Penyiram tanaman / selang air
  • Sekop kecil
  • Pupuk kompos atau pupuk organik
  • Sarung tangan
  • Plastik sampah
  • Gunting tanaman

Langkah-Langkah

  1. Siapkan alat dan perlengkapan.
    Gunakan sarung tangan dan pastikan penyiram, pupuk, serta gunting tanaman sudah tersedia.

  2. Menyiram tanaman secara teratur.
    Siram tanaman pada pagi atau sore hari.
    Hindari menyiram terlalu banyak agar akar tidak busuk.

  3. Membersihkan gulma di sekitar tanaman.
    Cabut rumput liar atau gulma yang tumbuh di sekitar tanaman agar tidak mengganggu pertumbuhan.

  4. Melonggarkan tanah.
    Gunakan sekop kecil untuk menggemburkan tanah di sekitar tanaman agar akar dapat bernafas dan menyerap nutrisi dengan baik.

  5. Memberi pupuk secara berkala.
    Taburkan pupuk kompos atau pupuk organik setiap 2–3 minggu sekali untuk menambah nutrisi dalam tanah.

  6. Memangkas bagian tanaman yang rusak.
    Gunakan gunting tanaman untuk memotong daun atau ranting yang kering, layu, atau rusak agar tanaman tetap sehat.

  7. Membersihkan area sekitar tanaman.
    Kumpulkan daun kering dan sampah lalu buang ke tempat sampah agar area tetap rapi dan bersih.

  8. Mengamati kondisi tanaman.
    Periksa apakah ada tanda-tanda hama, daun berubah warna, atau batang membusuk.
    Jika ada masalah, laporkan kepada guru atau petugas sekolah untuk penanganan lebih lanjut.


Hasil

Tanaman sekolah akan tumbuh lebih subur, hijau, dan membuat lingkungan sekolah menjadi lebih indah serta nyaman.

Senin, 10 November 2025

MENDESKRIPSI SITUASI SMPN 160 JAKARTA

 MENDESKRIPSI SITUASI SMPN 160 JAKARTA

    SMPN 160 JAKARTA adalah Sekolah Menengah Pertama yang berlokasi di Kecamatan Cipayung, Kelurahan Ceger, Jakarta Timur. Saat kita memasuki gerbang SMPN 160 JAKARTA, terlihat ada gedung SMPN 160 JAKARTA yang berwarna biru putih, dan memiliki 4 lantai. Saat kita memasuki area SMPN 160 terlihat ada lapangan yang cukup luas, di sebelah kiri gerbang ada Pos Satpam yang berwarna cream. Di depan gerbang pula ada Aula SMPN 160 JAKARTA, yang terletak di depan lapangan, dan Masjid Nurul Ilmi SMPN 160 JAKARTA yang berada di lantai 2 dari posisi Aula, dan ada tangga menuju Masjid Nurul Ilmi, serta ada pintu belakang menuju Kantin SMPN 160 JAKARTA. 

      Di sebelah kiri dekat Pos Satpam ada pintu menuju parkiran untuk Guru, dan ada kolam ikan yang terletak di sebelah Pintu Utama SMPN 160 JAKARTA. Kita masuk melalui pintu utama, ada meja piket dan tangga untuk Siswa Laki Laki, serta dibawah tangga ada gudang olahraga. Di sebelah tangga pula ada Toilet Laki-Laki beserta piala yang berjajar di dekat pintu. Di sebelah rak piala yang berjejer ada ruang UKS, di sebelah UKS ada ruang Tata Usaha (TU). Saat kita belok kanan ada kelas 7A, dan di sebelah kiri kelas 7A ada 2 ruangan gudang. Kembali lagi, saat kita masuk dari pintu utama ada Lapangan Utama SMPN 160 JAKARTA. Di depan lapangan pula ada Panggung untuk mementaskan acara atau kegiatan. Kita belok ke arah kanan dari ruang UKS, kita menuju kantin, dan kita melihat pintu dari arah kantin yang menuju masjid, dibawah masjid pula ada kolam untuk membasuh kaki, serta ada toilet Laki-Laki dan Perempuan beserta tempat wudhunya. 

      Kita kembali lagi ke Pintu Utama, di sebelah ruang Tata Usaha ada pula Ruang Kaca, yang berfungsi sebagai tempat OSIS/PRAMUKA berkegiatan, kita masuk melalui ruang kaca itu langsung menembus ke parkiran guru, ada juga Ruang OSIS dan dapur di belakang parkiran. Ada juga Pos satpam di belakang. Kita kembali lagi melalui Ruang Kaca. Belok kiri dan di sebelah Ruang Kaca ada Perpustakaan, ada juga rak rak piala yang berjejeran banyak disana. Kita lurus saja ada Ruang Kepala Sekolah, dan Wakil Kepala Sekolah. Saat kita lurus dan belok kiri itu menembus dapur para pekerja OB. Kembali lagi dari depan Ruang Perpustakaan ada Tangga Siswi Perempuan, dibawah Tangga itupun ada Gudang. Di sebelah Tangga Siswi ada Toilet Perempuan, beserta kelas 9F disamping Toilet Perempuan. 

      Kita menuju Lantai 2 melewati Tangga Siswi, saat kita sampai di Lantai 2, di sebelah kiri ada Toilet Perempuan, dan Ruang Guru. Jika kita belok kanan akan ada kelas 9D, dan juga kelas 9E, serta pojok baca yang ada disana. Kita belok kiri akan melihat kelas 9C, dan di sampingnya ada Ruang Multimedia (Komputer). Di sebelah Ruang Multimedia ada Toilet Laki-Laki dan Tangga Siswa. Kita belok kiri ada kelas 9B dan Kelas 9A yang terletak berjajar berdampingan, serta ada pintu menuju Masjid Jami Nurul Ilmi. 

      Kita menuju Lantai 3 melewati Tangga Siswa, saat kita sampai di Lantai 3 ada Toilet Laki Laki yang terletak di sebelah kiri. Kita belok kanan dari Toilet Laki Laki ada kelas 8B dan 8A yang bersebelahan. Kita putar balik dan di sebelah Toilet Laki Laki ada Ruang BK, di sebelah Ruang BK ada kelas 8C, 8D, 8E yang berjajar. Kita belok kanan, ada Tangga Perempuan dan Toilet Perempuan di sebelahnya, serta ada kelas 7F di sebelah Toilet Perempuan. 

      Kita menuju Lantai 4 melewati Tangga Siswi, di sebelah kiri ada Toilet Perempuan dan kelss 7E. Kita kembali dan belok ke kanan ada kelas 7D di pojok, dan di sebelah kiri kelas 7D ada kelas 7C. Di samping kiri kelas 7C ada Ruang Lab IPA. Di sebelah Lab IPA pun ada Ruang Agama Kristen, di sebelah Ruang Agama Kristen ada Toilet Laki-Laki. Kita kembali dan belok ke kiri ada Kelas 7B dan Kelas 7A yang terletak di ujung. 

Kamis, 06 November 2025

RANGKUMAN TENTANG BAB 5

A. Teks Tanggapan


1. Pengertian Teks Tanggapan


Teks tanggapan adalah teks yang berisi respons, komentar, atau penilaian terhadap suatu persoalan, kejadian, fenomena, atau karya. Tanggapan dapat berupa persetujuan, pujian, ketidaksetujuan, maupun kritik dengan alasan yang logis.

Senin, 27 Oktober 2025

Review Film "TINGGAL MENINGGAL"

TINGGAL MENINGGAL

Awalnya, gue nggak punya ekspektasi apa-apa waktu mau nonton film Tinggal Meninggal. Jujur aja, gue pikir film ini bakalan biasa aja, nggak ada yang istimewa, paling kayak film drama lokal lainnya yang datar. Tapi ternyata, gue salah besar! Film ini bener-bener beda, unik, dan punya cara penyampaian cerita yang nggak biasa. Rasanya tuh kayak lo lagi nonton kehidupan nyata seseorang, bukan film buatan.

Film ini menceritakan tentang Gema (diperankan oleh @omara.esteghlal) — seorang cewek yang dari kecil kurang mendapat kasih sayang. Sejak awal, kita udah bisa ngerasain kalau Gema ini punya luka batin yang dalam banget. Dia sering ngomong sendiri, kelihatan aneh di mata orang-orang sekitar, dan akhirnya sering dijuluki “camen” atau “korslet” karena tingkahnya yang nggak seperti kebanyakan orang.

Tapi dari situ justru penonton bisa ngerasain rasa kesepian yang dialami Gema. Dia bukan gila, dia cuma haus akan perhatian dan kasih sayang. Dalam hidupnya, perhatian yang dia dapat dari orang lain selalu bersifat sementara — datang sebentar, lalu hilang lagi.

💔 Konflik Utama

Beberapa tahun berlalu, Gema sudah dewasa dan bekerja. Tapi hidupnya tetap terasa hampa. Sampai akhirnya, datanglah sebuah musibah besar: ayahnya meninggal dunia.

Yang menarik, Gema malah terlihat biasa aja. Dia nggak menangis, nggak histeris, bahkan kayak nggak peduli. Tapi justru di situlah letak emosinya — bukan karena dia nggak punya hati, tapi karena hubungannya dengan sang ayah memang jauh dan dingin.

Namun setelah itu, Gema mulai sadar bahwa dia butuh perhatian.

Ketika musibah datang, teman-temannya mulai datang menenangkan.

Tapi ya, seperti biasanya, perhatian itu cuma bertahan beberapa hari. Setelah itu? Semua kembali ke rutinitas.

Gema pun merasa ditinggalkan lagi. Dari situlah muncul ide gila: “Gimana caranya biar gue diperhatiin terus?”

Dan di sinilah cerita mulai masuk ke fase yang ngabrut banget. 

🌀 Perubahan Gema dan Konflik Batin

Gema mulai berpura-pura, berbohong, dan menciptakan situasi dramatis demi mendapatkan perhatian dari orang lain. Dari awalnya kasihan, lama-lama penonton mulai merasa canggung — bahkan risih — ngeliat betapa jauh Gema rela melangkah demi rasa “dilihat”.

Tapi di balik semua itu, lo bakal sadar: dia cuma pengin disayang.

Yang keren banget dari film ini adalah gimana cara sutradara menggiring emosi penonton. Kadang lo ketawa, kadang lo pengen marah, tapi di akhir lo malah nangis.

Apalagi pas masuk ke adegan klimaksnya — sumpah, emosinya dapet banget! Lo bisa ngerasain seluruh rasa sakit, sepi, dan kehilangan yang selama ini Gema pendam

🎭 Akting Para Pemain

@omara.esteghlal bener-bener luar biasa di sini. Perannya sebagai Gema yang “korslet” tapi rapuh itu berhasil banget. Cara dia ngomong sendiri, tatapan kosong, tawa kecil yang tiba-tiba berubah jadi tangisan — semua terasa natural.

@mawar_eva juga mencuri perhatian! Terutama waktu dia ngomong bahasa Inggris, yang entah kenapa malah lucu banget. Kayak “She looks a—uh…” gitu, dan semua penonton satu studio ketawa ngakak.

@nirinazubir_ juga dapet porsi pas sebagai ibunya Gema. Awalnya lo bakal sebel banget, karena ibunya ini kayak nggak peduli sama anak sendiri. Tapi di balik itu, ada lapisan rasa bersalah dan kelelahan batin yang tersirat di ekspresinya.

Interaksi antara karakter-karakter ini bikin suasana film jadi hidup banget. Kadang chaos, kadang hangat, kadang juga absurd. Tapi justru di situ letak kekuatannya.

🎥 Gaya Penyutradaraan dan Uniknya Film Ini

Salah satu hal yang bikin Tinggal Meninggal beda dari film lain adalah cara sutradaranya berinteraksi dengan penonton.

Ada beberapa momen di mana karakter kayak “ngajak ngobrol” penonton langsung, seakan-akan lo diajak curhat bareng Gema. Rasanya tuh kayak lagi nongkrong, tapi yang dibahas tuh luka batin manusia yang dalam banget.

Jarang banget film lokal yang bisa melakukan hal kayak gini tanpa terasa maksa.

Cinematografinya juga cukup khas — pencahayaan redup tapi hangat, banyak adegan kamera handheld yang bikin seolah kita ikut ada di ruangan itu.

Soundtrack-nya? Simple, tapi pas banget. Nggak lebay, justru memperkuat suasana.

 Pesan Moral

Film ini punya pesan moral yang sangat kuat dan relate buat banyak orang zaman sekarang:

> “Jangan pernah berbohong hanya demi mendapatkan perhatian. Karena pada akhirnya, kebohongan itu akan menghancurkan dirimu sendiri.”

Kadang, rasa kesepian bikin orang melakukan hal-hal yang nggak masuk akal.

Tapi perhatian yang datang karena kebohongan nggak akan pernah menenangkan hati — justru bikin kita makin hancur di dalam.

⚡ Reaksi Penonton


Gue pribadi, di 10 menit terakhir film, studio bener-bener ngabrut!

Semua orang tegang, ada yang ketawa getir, ada juga yang diem sambil megang dada.

Ending-nya bener-bener “wah gila” — bukan karena twist, tapi karena cara emosinya ditutup dengan tenang tapi menghantam.

🧠 Kesimpulan

Tinggal Meninggal bukan film yang sempurna, tapi film ini berani tampil beda.

Ia bukan cuma soal kematian, tapi tentang rasa kehilangan, kesepian, dan kebutuhan manusia akan kasih sayang yang tulus.

Dibalut dengan humor gelap, akting kuat, dan penyutradaraan yang cerdas, film ini jadi pengalaman yang bikin lo mikir lama setelah lampu bioskop nyala.

Jadi buat lo yang belum nonton, Wajib banget nonton di bioskop!

Siap-siap aja — film ini bakal bikin lo ketawa, merinding, dan mungkin nangis di saat bersamaan.

🎯 Nilai Akhir: 7.9/10

Film yang “ngabrut” secara emosional, lucu tapi nyentuh, dan meninggalkan bekas di kepala lo setelah keluar dari studio.



---


Apakah kamu mau saya buatkan versi artikel formal-nya juga (kayak untuk majalah atau tugas review film sekolah)? Bisa saya ubah gaya bahasanya jadi lebih rapi dan akademis, tapi tetap berdasarkan isi review ini.

SOAL TKA

 1. Sebut dan jelaskan macam-macam unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam karya sastra!

2. Sebut dan jelaskan istilah-istilah yang terdapat pada:

A. cerpen

B. Drama

C. Puisi

3. Jelaskan persamaan dan perbedaan pantun dengan syair!

4. Sebutkan majas-majas dalam bahasa Indonesia dengan pengertian dan contoh dalam kalimat!


JAWABAN:

1. Macam-Macam Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Karya Sastra

A. Unsur Intrinsik

Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra dari dalam, yaitu hal-hal yang terdapat langsung dalam teks karya sastra itu sendiri.
Berikut macam-macamnya:

1. Tema
→ Gagasan utama atau pokok pikiran yang menjadi dasar cerita.
Contoh: Tema perjuangan dalam novel Laskar Pelangi.


2. Tokoh dan Penokohan
→ Tokoh adalah pelaku cerita, sedangkan penokohan adalah cara pengarang menggambarkan watak tokoh.
Contoh: Lintang digambarkan sebagai anak yang cerdas dan pekerja keras.


3. Alur (Plot)
→ Rangkaian peristiwa yang membentuk jalannya cerita dari awal hingga akhir.

Alur maju

Alur mundur

Alur campuran


4. Latar (Setting)
→ Tempat, waktu, dan suasana yang menjadi dasar terjadinya peristiwa.
Contoh: Latar tempat di Belitong, waktu pada masa sekolah dasar, suasana perjuangan pendidikan.


5. Sudut Pandang (Point of View)
→ Posisi pengarang dalam membawakan cerita.

Orang pertama ("aku")

Orang ketiga ("ia" atau "dia")

Serba tahu atau terbatas



6. Amanat
→ Pesan moral yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca.
Contoh: Pentingnya pendidikan bagi anak-anak miskin.


7. Gaya Bahasa (Majas)
→ Cara khas pengarang menyampaikan cerita melalui pilihan kata, kalimat, dan majas.




---

B. Unsur Ekstrinsik

Unsur ekstrinsik adalah unsur yang berada di luar karya sastra tetapi memengaruhi isi dan penulisannya.

1. Latar belakang pengarang
→ Pengalaman hidup, pendidikan, dan lingkungan sosial pengarang.


2. Nilai-nilai kehidupan

Nilai moral: ajaran baik-buruk

Nilai sosial: hubungan antarmanusia

Nilai budaya: adat, norma, kepercayaan

Nilai religius: hubungan manusia dengan Tuhan



3. Kondisi sosial masyarakat
→ Situasi politik, ekonomi, atau budaya ketika karya itu dibuat.


4. Pandangan hidup pengarang
→ Ideologi dan keyakinan yang dianut pengarang.




---

2. Istilah-Istilah dalam Cerpen, Drama, dan Puisi

A. Cerpen (Cerita Pendek)

1. Tokoh – Pelaku dalam cerita.


2. Penokohan – Watak atau karakter tokoh.


3. Latar (Setting) – Tempat, waktu, suasana.


4. Alur (Plot) – Jalannya cerita dari awal hingga akhir.


5. Konflik – Permasalahan utama yang dialami tokoh.


6. Klimaks – Puncak ketegangan cerita.


7. Amanat – Pesan moral yang ingin disampaikan.




---

B. Drama

1. Naskah Drama – Teks yang memuat dialog dan petunjuk pementasan.


2. Babak – Pembagian bagian besar dalam drama.


3. Adegan – Bagian kecil dalam babak yang menunjukkan perubahan waktu/tempat.


4. Dialog – Percakapan antar tokoh.


5. Monolog – Ucapan panjang satu tokoh kepada dirinya sendiri.


6. Prolog – Kata pembuka atau pengantar cerita.


7. Epilog – Penutup atau kesimpulan akhir cerita.


8. Pementasan – Penampilan drama di atas panggung.




---

C. Puisi

1. Diksi – Pemilihan kata dalam puisi.


2. Rima – Persamaan bunyi pada akhir baris.


3. Irama – Pergantian tinggi-rendah dan panjang-pendek bunyi.


4. Bait – Sekelompok baris dalam puisi.


5. Lariks – Satu baris dalam puisi.


6. Majas – Gaya bahasa kiasan.


7. Citraan (Imaji) – Gambaran yang membangkitkan pancaindra pembaca.


8. Tema – Pokok pikiran puisi.


9. Amanat – Pesan yang ingin disampaikan penyair.




---

3. Persamaan dan Perbedaan Pantun dengan Syair

Persamaan:

1. Keduanya termasuk puisi lama.


2. Mempunyai rima akhir berpola a-a-a-a.


3. Bersifat terikat oleh aturan jumlah baris dan suku kata (biasanya 4 baris, 8–12 suku kata per baris).


4. Mengandung pesan moral atau nasihat.




---

Perbedaan:

Aspek Pantun Syair

Struktur Terdiri dari sampiran (2 baris awal) dan isi (2 baris akhir) Semua baris berisi makna (tidak ada sampiran)
Rima a-b-a-b a-a-a-a
Asal Bahasa Berasal dari Melayu Berasal dari Arab (syu‘r = puisi)
Isi Cerita Biasanya singkat, nasihat ringan, cinta, jenaka Umumnya panjang, bercerita, bersifat religius atau kisah hidup
Fungsi Hiburan, sindiran, pendidikan Pengajaran, kisah moral, sejarah


Contoh Pantun:

> Kalau ada sumur di ladang,
Boleh kita menumpang mandi.
Kalau ada umur panjang,
Boleh kita berjumpa lagi.



Contoh Syair:

> Hiduplah engkau dengan iman,
Jangan sombong di hadapan Tuhan,
Dunia ini hanyalah pinjaman,
Amal saleh jadi bekalan.




---

4. Majas-Majas dalam Bahasa Indonesia (Pengertian dan Contohnya)

Majas adalah gaya bahasa kiasan yang digunakan untuk memperindah atau menegaskan makna kalimat.
Berikut jenis-jenisnya:

A. Majas Perbandingan

1. Simile (Perumpamaan)
→ Membandingkan dua hal dengan kata penghubung seperti, bagaikan, laksana.
Contoh: Wajahnya seindah bulan purnama.


2. Metafora
→ Membandingkan dua hal tanpa kata penghubung, langsung menyamakan.
Contoh: Raja siang telah terbit (maksudnya matahari).


3. Personifikasi
→ Memberi sifat manusia pada benda mati.
Contoh: Angin berbisik lembut di telingaku.


4. Asosiasi
→ Membandingkan sesuatu dengan hal lain yang hampir serupa.
Contoh: Matanya setajam elang.




---

B. Majas Pertentangan

1. Antitesis
→ Menggabungkan dua kata yang berlawanan arti.
Contoh: Tua-muda, kaya-miskin sama di hadapan hukum.


2. Paradoks
→ Menyatakan hal yang bertentangan dengan kenyataan.
Contoh: Ia merasa kesepian di tengah keramaian.


3. Hiperbola
→ Melebih-lebihkan kenyataan.
Contoh: Suaranya mengguncang seluruh gedung.


4. Litotes
→ Mengecilkan kenyataan untuk merendah.
Contoh: Silakan mampir ke gubuk sederhana kami.




---

C. Majas Penegasan

1. Repetisi
→ Pengulangan kata atau frasa untuk penegasan.
Contoh: Aku ingin, aku ingin, aku ingin bahagia.


2. Pleonasme
→ Penggunaan kata yang berlebihan untuk menegaskan makna.
Contoh: Naik ke atas, turun ke bawah.


3. Retoris
→ Pertanyaan yang tidak perlu dijawab.
Contoh: Siapa yang tak ingin bahagia?


4. Paralelisme
→ Pengulangan struktur kalimat agar ritmis.
Contoh: Aku mencintaimu dengan hati,
Aku merindukanmu setiap hari.




---

D. Majas Sindiran

1. Ironi
→ Sindiran halus.
Contoh: Rajin sekali kamu datang terlambat setiap hari!


2. Sarkasme
→ Sindiran kasar atau menyakitkan.
Contoh: Otakmu di mana, sampai tugas begini saja tak bisa!


3. Sinisme
→ Sindiran langsung, agak tajam tapi tidak sekejam sarkasme.
Contoh: Kamu memang suka cari alasan, ya?




---

Apakah kamu mau saya buatkan rangkuman versi tabel ringkas untuk semua poin di atas (agar mudah dicetak atau dihafalkan)?Baik! Berikut penjelasan lengkap dan terstruktur dari keempat pertanyaanmu 👇


---

1. Macam-Macam Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Karya Sastra

A. Unsur Intrinsik

Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra dari dalam, yaitu hal-hal yang terdapat langsung dalam teks karya sastra itu sendiri.
Berikut macam-macamnya:

1. Tema
→ Gagasan utama atau pokok pikiran yang menjadi dasar cerita.
Contoh: Tema perjuangan dalam novel Laskar Pelangi.


2. Tokoh dan Penokohan
→ Tokoh adalah pelaku cerita, sedangkan penokohan adalah cara pengarang menggambarkan watak tokoh.
Contoh: Lintang digambarkan sebagai anak yang cerdas dan pekerja keras.


3. Alur (Plot)
→ Rangkaian peristiwa yang membentuk jalannya cerita dari awal hingga akhir.

Alur maju

Alur mundur

Alur campuran



4. Latar (Setting)
→ Tempat, waktu, dan suasana yang menjadi dasar terjadinya peristiwa.
Contoh: Latar tempat di Belitong, waktu pada masa sekolah dasar, suasana perjuangan pendidikan.


5. Sudut Pandang (Point of View)
→ Posisi pengarang dalam membawakan cerita.

Orang pertama ("aku")

Orang ketiga ("ia" atau "dia")

Serba tahu atau terbatas



6. Amanat
→ Pesan moral yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca.
Contoh: Pentingnya pendidikan bagi anak-anak miskin.


7. Gaya Bahasa (Majas)
→ Cara khas pengarang menyampaikan cerita melalui pilihan kata, kalimat, dan majas.




---

B. Unsur Ekstrinsik

Unsur ekstrinsik adalah unsur yang berada di luar karya sastra tetapi memengaruhi isi dan penulisannya.

1. Latar belakang pengarang
→ Pengalaman hidup, pendidikan, dan lingkungan sosial pengarang.


2. Nilai-nilai kehidupan

Nilai moral: ajaran baik-buruk

Nilai sosial: hubungan antarmanusia

Nilai budaya: adat, norma, kepercayaan

Nilai religius: hubungan manusia dengan Tuhan



3. Kondisi sosial masyarakat
→ Situasi politik, ekonomi, atau budaya ketika karya itu dibuat.


4. Pandangan hidup pengarang
→ Ideologi dan keyakinan yang dianut pengarang.




---

2. Istilah-Istilah dalam Cerpen, Drama, dan Puisi

A. Cerpen (Cerita Pendek)

1. Tokoh – Pelaku dalam cerita.


2. Penokohan – Watak atau karakter tokoh.


3. Latar (Setting) – Tempat, waktu, suasana.


4. Alur (Plot) – Jalannya cerita dari awal hingga akhir.


5. Konflik – Permasalahan utama yang dialami tokoh.


6. Klimaks – Puncak ketegangan cerita.


7. Amanat – Pesan moral yang ingin disampaikan.




---

B. Drama

1. Naskah Drama – Teks yang memuat dialog dan petunjuk pementasan.


2. Babak – Pembagian bagian besar dalam drama.


3. Adegan – Bagian kecil dalam babak yang menunjukkan perubahan waktu/tempat.


4. Dialog – Percakapan antar tokoh.


5. Monolog – Ucapan panjang satu tokoh kepada dirinya sendiri.


6. Prolog – Kata pembuka atau pengantar cerita.


7. Epilog – Penutup atau kesimpulan akhir cerita.


8. Pementasan – Penampilan drama di atas panggung.




---

C. Puisi

1. Diksi – Pemilihan kata dalam puisi.


2. Rima – Persamaan bunyi pada akhir baris.


3. Irama – Pergantian tinggi-rendah dan panjang-pendek bunyi.


4. Bait – Sekelompok baris dalam puisi.


5. Lariks – Satu baris dalam puisi.


6. Majas – Gaya bahasa kiasan.


7. Citraan (Imaji) – Gambaran yang membangkitkan pancaindra pembaca.


8. Tema – Pokok pikiran puisi.


9. Amanat – Pesan yang ingin disampaikan penyair.




---

3. Persamaan dan Perbedaan Pantun dengan Syair

Persamaan:

1. Keduanya termasuk puisi lama.


2. Mempunyai rima akhir berpola a-a-a-a.


3. Bersifat terikat oleh aturan jumlah baris dan suku kata (biasanya 4 baris, 8–12 suku kata per baris).


4. Mengandung pesan moral atau nasihat.




---

Perbedaan:

Aspek Pantun Syair

Struktur Terdiri dari sampiran (2 baris awal) dan isi (2 baris akhir) Semua baris berisi makna (tidak ada sampiran)
Rima a-b-a-b a-a-a-a
Asal Bahasa Berasal dari Melayu Berasal dari Arab (syu‘r = puisi)
Isi Cerita Biasanya singkat, nasihat ringan, cinta, jenaka Umumnya panjang, bercerita, bersifat religius atau kisah hidup
Fungsi Hiburan, sindiran, pendidikan Pengajaran, kisah moral, sejarah


Contoh Pantun:

> Kalau ada sumur di ladang,
Boleh kita menumpang mandi.
Kalau ada umur panjang,
Boleh kita berjumpa lagi.



Contoh Syair:

> Hiduplah engkau dengan iman,
Jangan sombong di hadapan Tuhan,
Dunia ini hanyalah pinjaman,
Amal saleh jadi bekalan.




---

4. Majas-Majas dalam Bahasa Indonesia (Pengertian dan Contohnya)

Majas adalah gaya bahasa kiasan yang digunakan untuk memperindah atau menegaskan makna kalimat.
Berikut jenis-jenisnya:

A. Majas Perbandingan

1. Simile (Perumpamaan)
→ Membandingkan dua hal dengan kata penghubung seperti, bagaikan, laksana.
Contoh: Wajahnya seindah bulan purnama.


2. Metafora
→ Membandingkan dua hal tanpa kata penghubung, langsung menyamakan.
Contoh: Raja siang telah terbit (maksudnya matahari).


3. Personifikasi
→ Memberi sifat manusia pada benda mati.
Contoh: Angin berbisik lembut di telingaku.


4. Asosiasi
→ Membandingkan sesuatu dengan hal lain yang hampir serupa.
Contoh: Matanya setajam elang.




---

B. Majas Pertentangan

1. Antitesis
→ Menggabungkan dua kata yang berlawanan arti.
Contoh: Tua-muda, kaya-miskin sama di hadapan hukum.


2. Paradoks
→ Menyatakan hal yang bertentangan dengan kenyataan.
Contoh: Ia merasa kesepian di tengah keramaian.


3. Hiperbola
→ Melebih-lebihkan kenyataan.
Contoh: Suaranya mengguncang seluruh gedung.


4. Litotes
→ Mengecilkan kenyataan untuk merendah.
Contoh: Silakan mampir ke gubuk sederhana kami.




---

C. Majas Penegasan

1. Repetisi
→ Pengulangan kata atau frasa untuk penegasan.
Contoh: Aku ingin, aku ingin, aku ingin bahagia.


2. Pleonasme
→ Penggunaan kata yang berlebihan untuk menegaskan makna.
Contoh: Naik ke atas, turun ke bawah.


3. Retoris
→ Pertanyaan yang tidak perlu dijawab.
Contoh: Siapa yang tak ingin bahagia?


4. Paralelisme
→ Pengulangan struktur kalimat agar ritmis.
Contoh: Aku mencintaimu dengan hati,
Aku merindukanmu setiap hari.




---

D. Majas Sindiran

1. Ironi
→ Sindiran halus.
Contoh: Rajin sekali kamu datang terlambat setiap hari!


2. Sarkasme
→ Sindiran kasar atau menyakitkan.
Contoh: Otakmu di mana, sampai tugas begini saja tak bisa!


3. Sinisme
→ Sindiran langsung, agak tajam tapi tidak sekejam sarkasme.
Contoh: Kamu memang suka cari alasan, ya?

TUGAS PJJ B INDO (26 JAN - 26)

VIDEO TENTANG BERBAHASA YANG BAIK DALAM BERPIDATO